Advertisement
Berita  

Bulukumba Jadi Pilot Proyek Unicef Penanganan ATS dan Penguatan Remaja Perempuan Terintegrasi

LASKARINFO, BULUKUMBA — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf meluncurkan Gerakan Pengembalian Anak ke Sekolah dan Program Penguatan Remaja Perempuan Terintegrasi di Kabupaten Bulukumba. Peluncuran digelar di Ballroom Hotel Agri Bulukumba, Kamis, 15 Juni 2023.

Kepala Bappelitbangda, A.Syamsul Mulhayat melaporkan bahwa program percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) merupakan kerja sama Pemprov Sulsel dengan Unicef, sebagai respons atas tingginya anak tidak sekolah di Sulsel, termasuk di Bulukumba.

“Tujuannya untuk mendorong anak tidak sekolah mendapatkan kesempatan kedua memperoleh pendidikan yang layak melalui Gerakan Pengembalian Anak Tidak Sekolah dan program penguatan remaja perempuan terintegrasi,” katanya.

Syamsul Mulhayat menerangkan, untuk memaksimalkan tujuan ini, maka dilakukan MoU (Memorandum of Understanding) antara PKK dan BAZNas, MOU antara PKBM dan pemerintah desa.

Ia menambahkan, sejak tahun 2022 sampai sekarang, Pemkab telah mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk mereplikasi program ini ke desa lainnya secara bertahap dan juga pemerintah desa mengalokasikan anggaran dana desa untuk memastikan pendataan berjalan dan bagaimana anak yang terdata difasilitasi kembali ke sekolah.

BACA JUGA:   Intip Cara Bupati Bantaeng Apresiasi Nakes di HKN 2022

Saat ini, katanya, Pemkab telah mereplikasi di 64 desa dan proses pendataan sedang berjalan. Diharapkan bahwa pendataan bisa selesai pada bulan Juli 2023, sehingga anak yang mau kembali ke layanan pendidikan dapat terdaftar di Dapodik pada tahun ajaran 2023/2024.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappelitbangda Sulsel, Ukrima Rijal dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan pemerataan layanan pendidikan berkualitas melalui peningkatan layanan akses pendidikan di semua jenjang.

Selain itu, tambahnya, dengan melakukan percepatan wajib belajar 12 tahun sesuai yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

BACA JUGA:   Anggota Bawaslu Bulukumba Terpilih akan Dilantik di Jakarta

“Harapannya, tidak ada lagi anak usia 7 sampai 18 tahun yang tidak bersekolah, sehingga akan mempercepat layanan pertumbuhan IPM di Bulukumba,” kata Ukrima Rijal.

“Kita ketahui bersama bahwa indikator penyusun IPM adalah salah satunya indeks pendidikan, di mana salah satu indikatornya adalah rata-rata lama sekolah” sambungnya.

Hanya saja menurut Ukrima Rijal, kenyataan saat ini masih banyak anak-anak yang tidak sekolah, baik anak yang sama sekali belum pernah bersekolah, anak yang belum tamat sekolah lalu putus sekolah, maupun anak yang tamat di satu atau dua jenjang pendidikan tapi tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya.

“Data di Sulsel juga, anak perempuan yang berusia 7 sampai 18 tahun tidak bersekolah juga mengalami peningkatan. Tahun 2021 di angka 8,15 persen dan tahun 2022 menjadi 8,83 persen” imbuhnya.

BACA JUGA:   Hari Otoda 2023, Bupati Bantaeg Jadi Komandan Upacara, Libatkan Seluruh Kepala Daerah di Indonesia

Kepala Pendidikan Unicef Indonesia beserta Unicef Sulawesi Maluku, Kathirene Benneth mengatakan, Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu kabupaten awal yang telah menyusun dan melaksanakan Rencana Aksi Daerah untuk Penanganan Anak Tidak Sekolah yang telah direplikasi dan dilakukan di 64 sekolah dengan menggunakan dana pemerintah daerah.

“Dengan kerja sama yang kuat antar instansi pemerintah, masyarakat, sekolah, PKBM/SKB, BAZNas, BRI, LSM, sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya, kemajuan yang signifikan telah dicapai dengan mengidentifikasi anak-anak yang tidak sekolah, mendaftarkan mereka ke sekolah dan memastikan mereka diberikan pendidikan berkualitas, serta diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka. Ini hasil yang patut dibanggakan,” urainya.