Advertisement

Finis Kelima dengan 82 Mendali, Bulukumba Dipuji Sukses Jadi Tuan Rumah Porprov

Suasana penutupan Porprov ke 17 di Stadion Mini Bulukumba. (Foto Istimewa)

LASKARINFO.COM, BULUKUMBA — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman secara resmi menutup Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel ke-17 tahun 2022 di Stadion Mini Bulukumba, Minggu, 30 Oktober 2022.

Gubernur yang karib disapa Andalan itu menyebut, Bulukumba sukses sebagai salah satu tuan rumah pelaksanaan Porprov.

Tampak sejumlah kepala daerah hadir dalam acara, apalagi mereka daerah masuk sebagai juara umum.

Hanya saja Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa tampak tak hadir dalam kegiatan penutupan Porprov tersebut. Padahal, selain menjadi salah satu tuan rumah, daerahnya juga sukses menjadi juara 3 umum.

BACA JUGA:   Peringatan HKN ke 58 di Bulukumba Diperingati dengan Jalan Santai

Hanya wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong yang tampak hadir berbaur dengan beberapa kepala daerah lainnya.

Sementara, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang menutup Porprov, memuji totalitas tuan rumah Bulukumba dan Sinjai menyukseskan even olahraga empat tahunan tingkat provinsi tersebut.

“Supporting tuan rumah mantap. Di tengah keterbatasan keuangan, kita masih bisa melaksanakan Porprov dengan baik. Artinya, kemandirian Porprov sudah nampak,” ujarnya.

Selain itu, Andi Sudirman juga menyinggung potensi pariwisata Bulukumba. Apalagi, katanya, Bulukumba memberi tiket gratis masuk kawasan wisata Bira kepada seluruh kontingen daerah lain.

BACA JUGA:   Kabar Gembira, All - New Yaris Cross kini mengaspal di Kabupaten Bulukumba

“Mudah-mudahan Bulukumba jadi destinasi terbaik. Olahraga sambil melihat wisata di sini. Dengan wisata gratis kepada kontingen, mereka akan melihat keindahan Bulukumba,” jelas Sudirman.

Usai menutup Porprov, Gubernur juga memberikan hadiah pembinaan ratusan juta rupiah kepada juara umum 1 sampai 3. Tak hanya itu, atlet berprestasi juga dapat bonus puluhan juta rupiah.

Menurut Sudirman, pembinaan kepada juara umum 1 sampai 3 itu, pertama kali dalam sejarah Porprov Sulsel. Pembinaan bukanlah kewajiban, tapi sebagai bentukn apresiasi, begitupun dengan atlet-atlet pemecah rekor.

“Kenapa kita beri?. Supaya mereka terus mengejar rekor dia sendiri. Sebab itu bagus untuk mereka semakin berprestasi ke depan,” jelasnya.