Advertisement

Refleksi HUT Bulukumba ke-63: Menuntaskan Pembangunan Masih Jadi PR Muchtar-Edy

Tampilan Jembatan Muara Sungai Bialo Bulukumba. Mega Proyek ini sementara terbengkalai. (Doc. Laskarinfo.com)

LASKARINFO.COM, BULUKUMBA — Sabtu 4 Februari 2023, Kabupaten Bulukumba genap berusia 63 Tahun. Hari jadi ini merupakan refleksi menuntaskan pembangunan di Kabupaten Bulukumba.

Tepat diusianya yang ke-63 tahun, masih terdapat beberapa Mega proyek yang belum dituntaskan. Diantaranya, Jembatan Muara Sungai Bialo, MALL Pelayanan Publik dan Gedung Pelayanan Satu Atap (Satap).

Beberapa Bangunan tersebut digadang-gadang bakal jadi ikon baru di Kabupaten Bulukumba. Namun hingga kini pembangunannya tak jua rampung.

Jembatan Bialo

Sebut saja, Jembatan Muara Sungai Bialo. Pembangunan Jembatan Muara Sungai Bialo di mulai sejak tahun 2017. Namun hingga kini pembangunan jembatan yang sudah menghabiskan anggaran puluhan miliar itu tak kunjung rampung.

Terlepas dari polemik yang menyelimuti pembangunan jembatan ini, diharap pemerintah melanjutkan pembangunan jembatan yang dibangun di era pemerintahan Sukri-Tomy.

BACA JUGA:   Pemkab Bulukumba Terus Gencarkan Perburuan Hama Babi, Kali Ini 49 Ekor Dibasmi

MALL Pelayanan Publik

Pembangunan Mega proyek MALL Pelayanan Publik ini juga di bangun di Era pemerintahan Sukri-Tomy. Milyaran rupiah telah digelontorkan untuk pembangunan Mega proyek ini. Tapi hingga Februari 2023, pembangunannya tak kunjung rampung.

Meski pembangunannya tersendat, Sekda Kabupaten Bulukumba, Muh. Ali Saleng optimis pembangunan MALL Pelayanan Publik bakal rampung dan di gunakan pada 2023 ini.

“Kalau tendernya cepat diperkirakan akhir Agustus sudah bisa selesai dan digunakan. Anggaran 6,3 milyar itu untuk bangunan dan mobilernya,” katanya, Minggu, 8 Januari 2023 lalu.

Diketahui, pembangunan MALL Pelayanan Publik ini dimulai pembangunannya pada 2020 lalu. Untuk tahap pertama pembangunannya dianggarkan sekitar Rp 1,3 milyar. Namun kelanjutan pembangunannya terhenti pada tahun 2021 karena anggaran pembangunannya direfocusing untuk penanganan pandemi Covid-19.

BACA JUGA:   Bupati Bulukumba Wawancara dengan Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit

Di era Pemerintahan Muchtar Ali Yusuf – Edy Manaf, juga memiliki Mega Proyek yang hingga Februari ini belum rampung dan pengerjaannya masih berlanjut. Mega proyek tersebut di namai Gedung Satu Atap (Satap).

Mega proyek ini letaknya tak jauh dari Kantor Bupati Bulukumba. Belum lama ini, Bupati Bulukumba bersama para pengusaha Kapal Pinisi berpatungan untuk membangun pinisi yang akan diletakkan diatas Gedung Satap tersebut.

Pantai Merpati

Belum lagi beberapa Mega Proyek lain seperti, Pembangunan dan Penataan kawasan Pantai Merpati yang juga digadang-gadang menjadi ikon baru kabupaten berjuluk “Butta Panrita Lopi” ini.

Proyek yang dibangun pada awal tahun 2022 ini sempat menuai pro kontra diawal pembangunan, di mana Pemkab harus berhadapan dengan warga yang sudah bermukim di sekitar kawasan pantai. Dan, sejauh ini proyek tersebut belum rampung dan masih sementara pengerjaan.

BACA JUGA:   Dinas Komunikasi Informatika Bulukumba dan Bantaeng Jalin Kerjasama dalam Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Pasar Sentral Bulukumba

Proyek lain ada, pembangun dan renovasi pasar sentral Bulukumba. Meski anggarannya masih tarik ulur, Pemerintah Muchtar Ali Yusuf-Edy Manaf optimis, pasar yang belum pernah sekalipun direnovasi sejak berdiri ini.

Adapun sejumlah proyek yang diresmikan pada HUT Bulukumba ke-63 adalah proyek milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diantaranya, kawasan wisata Ruas Batu Tongkaraya-Goa Passea dan Masjid Terapung di kawasan Bira.

Selain itu, Pemkab Bulukumba juga disupport anggaran oleh Pemprov sebesar Rp. 25 Miliar untuk pembangunan kolam labuh, jalan dan subsidi transportasi darat.